Kamis, 11 November 2021

AD ART PGRI oleh Salvera Yulina


Salam Hebat semua guru seluruh Indonesia. Selamat Hari Guru Nasional dan HUT PGRI Khususnya untuk seluruh guru di Musi Rawas dan Seluruh guru di Indonesia. Salam santun untuk semua. Kali ini blog mak Ve akan memaparkan hasil workshop bersama Pak Susanto salah satu Bloger ternama yang berasal dari Kabupaten Musi Rawas. 

Sebelum masuk pada AD ART PGRI berikut sekelumit penjelasan mengenai apa itu AD ART dalam suatu organisasi. 

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) merupakan pedoman yang memuat peraturan bagi anggota organisasi dalam menjalankan kegiatan organisasi. Anggota organisasi akan terikat dalam organisasi organisasi dengan AD/ART. Di dalamnya berisi aturan yang memberikan pedoman atau prosedur dan sanksi bagi anggota yang melanggar AD / ART agar organisasi dapat mencapai tujuannya.

Anggaran Rumah Tangga adalah ketentuan dasar dan ketentuan operasional bagi suatu organisasi yg mencerminkan aspirasi, visi dan misi dari suatu organisasi. Dan ini berkaitan dengan Anggaran Dasar. Anggaran Rumah Tangga (ART) biasanya berisi aturan yang mengatur urusan rumah tangga sehari-hari suatu organisasi, serta merupakan penjelasan lebih luas dari anggaran dasar.













Sebagai guru Indonesia sudah patutnya bagi kita untuk memahami atau mengetahui AD ART dari PGRI. Karena para guru Indonesia berada di bawah naungan organisasi PGRI. PGRI sebagai wadah dan akses bagi guru untuk menyampaikan keluh kesah atau ide cemerlangnya untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. 

Demikianlah paparan singkat dan bermanfaat yang telah disampaikan oleh Pak Susanto, semoga apa yang kami rangkum melalui Blog kami ini memberi manfaat untuk semua guru di Indonesia tentang AD ART PGRI. 

Semangat guru Indonesia. 
Semangat berjuang dan mendidik demi Anak bangsa💪

Sabtu, 06 November 2021

Kajian Rutin Ahad dengan tema Haram bagi umat Muslim untuk berkeluh kesah

 


Umat Muslim Wajib Selalu Bersyukur

Bismillah

Kali ini penulis akan menulis dengan tema yang religius. Sebagai salah satu pencerahan rohani bagi kita. Penulis kali ini merangkum  materi kajian dari Ustad Lukman pimpinan ponpes IHM Teman Lubuklinggau. 

Dalam Al Quran Surah Yunus : 58 yang berbunyi sebagai berikut :

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِۦ فَبِذٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ

qul bifadhlillaahi wa birohmatihii fa bizaalika falyafrohuu, huwa khoirum mimmaa yajma'uun

"Katakanlah (Muhammad), "Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.""

(QS. Yunus 10: Ayat 58)

Jika seorang manusia mendapatkan nikmat dari Allah namun menjauhkan dia dari Allah maka itu merupakan musibah, namun jika seorang Manusia mendapatkan musibah namun makin mendekatkan dirinya pada Allah maka itu merupakan suatu nikmat. 

Umat islam wajib selalu bersyukur akan semua nikmat yang Allah berikan. Akan haram bagi umat islam yang selalu berkeluh kesah akan nikmat yang telah diberikan walau itu sekecil biji sawi. 

Maka wajib bagi kita kaum mukmin untuk selalu mensyukuri apa yang Allah berikan dan anugrahkan kepada pada kondisi dan bentuk apapun. Untuk kalangan guru bersyukur memiliki kesempatan bisa berbagi ilmu yang bermanfaat kepada para siswa dan rekan sejawat. 

Dan jika kita kaitkan dengan bidang masing masing maka rasa syukur atas nikmat itu tak terhingga. Maka tak ada alasan bagi kaum mukmin untuk mengingkari nikmat dari Allah subhanahuwatalla. 


Resume Pertemuan ke-3 Mengembangkan Minat dna Bakat

 

Kegiatan ke  : 3

Pemateri       : Aris Ahmad Jaya

Peserta         : Salvera Yulina

Judul Resume : Mengembangkan Minat dan Bakat melalui Dunia Digital

Apa itu Minat dan Bakat? 

Menurut pak Aris Ahmad Jaya Bakat merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang, dimana kemampuan yang dimiliki seseorang tersebut digunakan atau dimanfaatkan  untuk hal hal yang tertentu dengan lebih efektif dibanding orang orang pada umumnya. 

Mengembangkan minat dan bakat bertujuan agar seseorang belajar atau dikemudian hari bisa bekerja di bidang yang diminatinya dan sesuai dengan kemampuan serta minat dan bakat yang dimilikinya sehingga mereka bisa mengembangkan kapabilitas untuk belajar serta bekerja secara optimal dengan penuh semangat dan antusias. 

Saat ini ketika kita sedang me resume materi yang telah disampaikan oleh pemateri artinya kita sedang mengasah minat dan bakat kita di bidang menulis dan manfaatkan dunia digital. Hal yang kita lakukan saat ini adalah sesuatu yang bermanfaat dan menimbulkan efek positif bagi orang disekitar kita terutama jika tulisan kita bisa sampai pada orang orang disekitar kita. Bahkan jika Tulisan ini mampu mengubah orang orang disekitar makin termotivasi tidak menutup kemungkinan kita mendapatkan tranfer pahala dari apa yang kita lakukan. 

Pada materi terakhir yang disampaikan oleh Bapak Aris ada satu pepatah lama yang sangat mengena yaitu, Gajah mati meninggalkan Gading, Harimau mati meninggalkan Belang dan Manusia Mati meninggalkan Nama. Manusia mampu meninggalkan nama salah satunya dengan meninggalkan karya dan manfaat bagi orang disekitarnya, ya pada masa ini dengan ini dengan tulisan melalui media digital. 

Pada akhir materi, Miss Phia menyimpulkan tiga simpulan yang sangat bermanfaat diantaranya :

1. Kita dikenang bukan karena menerima melainkan karena memberi

2. Lakukan selalu kebaikan karena kebaikan tersebut akan menjadikan kita bagian dari sejarah hidup

3. Cintailah yang kita kerjakan dan kerjakan yang kita cintai. 

Yukkk para pegiat literasi digital bangun terus semangat untuk selalu bermanfaat bagi orang disekitar kita. 💪

Kamis, 04 November 2021

MENGELOLA JEJAK DIGITAL

 


Yuk Mengelola Jejal Digital

Apa itu Jejal digital? Tentu sebagian dari kita masih ada yang belum memahami apa itu jejak digital. Ketika melakukan aktivitas di dunia digital baik secara sadar maupun tidak, kita telah meninggalkan jejak digital (digital footprint) selama berselancar di internet. Unggahan foto, aktivitas berbagi pesan, mengunjungi laman situs, unggahan konten atau meninggalkan komentar, mengisi data pribadi, internet banking dan masih banyak lainnya. Data-data tersebut merupakan jejak digital yang tanpa sadar akan tersimpan secara abadi di internet.


Diatas adalah salah satu contoh jejak digital dari pemateri kita Bapak Dedi Dwitagama. Seperti kata pepatah, Gajah mati meninggalkan gading, Harimau mati meninggalkan Belang makan Manusia Mati meninggalkan nama. 


Maka dari itu rekam jejak digital adalah salah satu cara manusia untuk meninggalkan nama bisa nama yang baik atau nama  buruk. Seseorang yang memposting suatu kebaikan atau keburukan sama saja ia sedang mengukir namanya sendiri setelah wafat. 

Memberikan atau menghadirkan postingan positif maka akan memberikan efek baik pula bagi orang  yang membaca. 

Senin, 01 November 2021

Resume Membangun Digital Space yang Aman untuk Anak



Salam Hebat guru Indonesia
Salam Literasi Digital

Alhamdulillah, puji Syukur saya sampaikan kepada Sang penguasa alam, Allah aza wajalla. Berkat nikmat sehat, kesempatan dan nikmat Ilmu yang Allah berikan penulis bisa membuat resume materi pertama pada GMLD hari ini senin, 1 November 2021 dengan pemateri Om Jay. 

Materi pertama ini masuk dalam wilayah materi keamanan digital untuk anak, khususnya peserta didik kita dan anak-anak kita di rumah, kecakapan digital, budaya digital, etika digital dan keamanan digital, dapat anda baca di gmabr di bawah ini. 


Resiko kejahatan di ruang digital pada anak yang sering terjadi adalah kecanduan games, cyberbully, pelanggaran privasi, kejahatan seksual dan lain-lain yang bisa kita baca di media sosial. Berikut Web Rujukan Digital Parenting
• literasidigital.id (kumpulan buku, video, infografis tentang literasi digital 
yang dapat di unduh secara gratis)
•  Smartschoolonline.id (program edukasi terkait pemanfaatan internet yang 
sehat)
• Sahabatkeluarga.kemendikbud.go.id (artikel, modu, video terkait isu
parenting)
• fosi.org (beragam panduan dan tools pengembangan digital parenting
• beinternetawesome.withgoogle.com


Membangun Digital Space Yang Aman Untuk Anak, bagaimana caranya :
1.Pertama kita mengajak anak untuk memahami perkembangan dunia digital yang terus berkembang
2. Kedua kita harus memahami psikologi anak dan perkembangannya dalam dunia digital
3.  Ketiga, Kita harus menyadarkan anak tentang apa saja resiko kejahatan pada anak dan keempat bagaimana cara aman dan nyaman beriunternet bersama keluarga tercinta. 

Ini menarik nih...saat pandemi covid, kedekatan anak pada gadjet tampaknya lebih dekat daripada ke ayah bundanya. Gimana cara memberikan kesadarannya? 
Sebaiknya kita mulai dengan beberapa cara sebagai berikut :
• Smart, tidak menyebarkan informasi sensitif seperti nomor telepon, passport/KTP, password, dan alamat rumah
• Alert, jangan mudah percaya dengan hal yang tidak masuk akal, jauhi phising dengan tidak meng-klik link sembarangan
• Strong, gunakan password yang sulit agar tidak mudah diretas baik untuk akun maupun gawai, biasakan menggunakan two step authentication
• Kind, sadari aktivitas online yang kita lakukan, untuk mencegah terbentuknya rekam jejak yang membuat kita rawan jadi target kejahatan digital.
• Brave, mengenali dan mencegah bentukdigital kejahatan di ruang digital. 

Dari apa yang disampaikan oleh om Jay pada materi ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan Internet dalam Kehidupan sehari hari atau  penggunaan internet khusus untuk anak agar lebih bijak dan lebih terpantau oleh orang tua maupun guru. Karena apapun bisa terjadi melalu dunia maya, dimana anak anak bisa menjadi korban kejahatan tanpa kita tahu siapa pelakunya. 

Yuk guru dan orang tua bekerja sama untuk mencegah, menjaga dan menjauhkan anak anak dari kejahatan dunia maya dengan berinternet dengan bijak, aman dan tepat sesuai dengan kebutuhan kita. 

 

Kamis, 02 September 2021

Merdeka Belajar, Merdeka Meraih Ilmu


Salam Literasi📚

Merdekaaa!!!

Semangat menggelora jika kita mendengar kata "Merdeka". Merdeka pada masa kini tidak melulu terkait dengan merdeka dari penjajahan. Merdeka saat ini lebih cenderung pada makna bebas menyampaikan aspirasi, bebas menyalurkan pendapat, bebas berkreasi, bebas untuk memperoleh hak untuk hidup, belajar dan sebagainya. 

Jika konteks merdeka pada kalangan pendidik kita persempit maka Merdeka Belajar adalah kata yang tepat untuk kita yang berada dalam ranah pendidikan. Merdeka belajar menurut saya sebagai penulis sekaligus pendidik sekolah dasar adalah kebebasan warga sekolah untuk menentukan bagaimana mendapatkan fasilitas, pelayanan serta edukasi dengan berbagai cara yang tetap sesuai dengan acuan, hukum dan peraturan yang berlaku. 

Kita misalkan pada masa Pandemic saat ini adalah berkembang dengan pesatnya sumber-sumber ilmu dengan metode syncronus maupun Asynchronous. Sebagai pendidik yang membaca peluang tentunya sangat bersemangat melihat potensi dan peluang seperti untuk terus memperoleh pembelajaran dengan mudah tanpa berbatas waktu serta bisa didapatkan dimana saja dan dari mana saja. 

Zoom, salah satu Media dari Metode Syncronus bagi Kaum merdeka belajar 

Begitu juga peserta didik, dengan adanya Pandemic saat ini ada dampak positif yang di dapat yaitu pembelajaran yang mengacu pada giat literasi digital secara tidak langsung, ketika seorang pendidik yang memberikan materi tanpa buku penunjang maka akan mendesak anak untuk belajar dan membaca melalui metode searching melalui gawai yang mereka miliki. 

Merdeka belajar juga sebagai suatu berkah bagi mereka yang haus akan berbagai ilmu yang berguna bagi kelangsungan hidup baik untuk saat ini ataupun sebagai fondasi untuk menghadapi berbagai tantangan masa depan di masa akan datang. Merdeka belajar akan memotivasi seseorang agar selalu terus untuk memperbarui ilmu dan menambah perbedaharaan pengetahuan mereka sebagai manusia yang senantiasa bermanfaat bagi masyarakat ataupun bangsa serta negara Kesatuan Republik Indonesia. 



Selasa, 31 Agustus 2021

Membaca Asyik menggunakan Flash Card


Hai-Hai sobat Mak Ve📚

Salam Literasi🤝

Makasih dah mampir lagi di Blog Mak Ve ya. Pada tulisan kali ini Mak Ve akan mengangkat sebuah ulasan yang berdasarkan pengalaman mengajar Mak Ve di tempat tugas yaitu di SD Negeri Bukit Aman. 

Dalam pembelajaran di sekolah setiap guru memiliki metode atau pun cara agar kegiatan pembelajarannya berjalan dengan lancar dan tujuan pembelajarannya tersampaikan. Salah satu materi utama pelajaran di kelas 1 sekolah dasar adalah membaca. Membaca adalah fondasi paling utama dan paling dasar dalam setiap lini kehidupan serta sebagai salah satu tolak ukur tersampaikannya materi ajar dengan mudah kepada peserta didik. 

Banyak metode serta media yang digunakan pendidik atau guru agar peserta didik bisa membaca dengan lancar. Salah satu media yang akan diangkat penulis kali ini adalah flash card. Apa itu flash card? Sebelum kita bahas yuk kita simak vidio berikut ini : 



Dari vidio di atas dapat dilihat penulis pada materi membaca kali ini menggunakan media Flash card sebagai media bantu pendidik untuk menyampaikan pembelajaran membaca di kelas 1 SD Negeri Bukit Aman. 

Flashcard adalah kartu-kartu bergambar yang dilengkapi kata-kata, yang diperkenalkan oleh Glenn Doman, seorang dokter ahli bedah otak dari Philadelphia, Pennsylvania.

Gambar-gambar pada flashcard dikelompokkan antara lain: seri binatang, buah-buahan, pakaian, warna, bentuk-bentuk angka, dsb. Tujuan dari metode Flash Card adalah melatih kemampuan otak kanan untuk mengingat gambar dan kata-kata sehingga perbendaharaan kata dan kemampuan membaca anak bisa dilatih dan ditingkatkan sejak usia dini.


Para ahli pendidikan anak, diantaranya Dr. Maria Montessori, Dr. Makoto Shichida dan lainnya menemukan fakta menarik bahwa otak kanan manusia mengalami perkembangan paling pesat ketika usianya 0-6 tahun. Setelah usia 3,5 tahun maka secara berangsur peran otak kiri akan menjadi lebih dominan. Untuk itu pada kesempatan berharga inilah orang tua harus memanfaatkan potensi terbesar pembentukan otak kanan anak-anaknya pada usia 0-6 tahun karena anak memiliki daya serap otak yang paling maksimal diusia tersebut.

Kegiatan membaca awal di kelas 1 Sekolah Dasar melanjutkan kegiatan pengenalan huruf pada Pendidikan anak usia dini, maka dari itu guru harus mampu mengadaptasi cara mengajar guru di PAUD, lebih cenderung menggunakan warna warna terang dan menggunakan gambar agar anak atau peserta didik tertarik dalam mengikuti proses pembelajaran materi membaca awal. 

Untuk guru-guru muda kreatif dan inovatif, metode mengajar yang berbasis Learning by fun seperti penggunaan media flash card untuk game atau kuis sangat membantu anak untuk semangat dan termotivasi dalam mengikuti proses pembelajaran. So, untuk memperoleh hasil yang maksimal dari proses pembelajaran kembali lagi kepada para guru apakah memilih cara lama atau memilih terus tetap belajar dan berkembang untuk kesuksesan bersama? Jawabannya ada pada kita para pendidik. 



Satu Akun Untuk Beragam Kebutuhan Belajar Anda

Akun Pembelajaran atau lebih dikenal akun belajar.id. Mak Ve tertarik untuk membahas sedikit mengenai akun belajar+  website : belajar.id, t...